Kita semua hampir pasti mengenal lagu: “ Ajaib Benar Anugerah.” Lagu ini sangat terkenal sekali namun tahukah kita siapa penciptanya?. Dia adalah “John Newton” Inggris. John adalah seorang yang mengalami perubahan hidup dari kehidupan yang ‘Gelap” menjadi pelayan Tuhan Yesus yang sungguh-sungguh. Dulunya John Newton menjadi seorang pelaut pada usia 11 tahun setelah beliau meninggalkan sekolahnya. Ia berkali-kali pindah kapal dan akhirnya menjadi kapten kapal. Didalam pekerjaan itu John menjadi penjual manusia untuk menjadi budak. Ia menjadi kapten kasar yang kasar dan tidak bermoral. Tetapi pada suatu hari ditahun 1748 ketika ia membaca buku “ The Imitation of Christ”. Tomas A. Kempis dari buku itu John merasa direngkuh oleh Tuhan Yesus dan mengalami pertobatan akan dosadosanya dan menyerahkan hidupnya pada Yesus sebagai Juru Selamat orang berdosa. Setelah bertobat John meninggalkan pekerjaannya dan belajar menjadi hamba Tuhan yang setia yang selanjutnya menjadi seorang pendeta di Olney Inggris. Di dalam tugasnya menjadi hamba Tuhan, ia acap kali menceritakan pengalaman pertobatannya dari seorang kapten kapal yang tidak bermoral menjadi hamba Tuhan. Dengan penyelamatan yang diberikan Tuhan kepadanya dia menyadari sungguh Ajaib Benar Anugerah Tuhan. Kesaksian hidupnya juga dituliskan di batu nisannya: “John Newton pernah tidak percaya pada Tuhan, pedagang budak di Afrika oleh Karunia Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat ditangkap, diampuni, dipulihkan dan dipanggil untuk memberitakan iman yang olehnya sendiri lama mau dimusnahkan .”

Saudara- saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus didalam mengikut Tuhan kita diajak untuk kembali mengingat bagaimana Tuhan Yesus menarik, menangkap kita untuk datang dan menjadi pengikut-Nya yang setia. Setiap kita pasti ada kisahnya sendiri-sendiri. Kita bisa melihat karya kasih Allah dalam hidup John Newton yang dahulunya sebagai seorang pedagang budak menjadi penginjil dan pencipta lagu yang sangat menyentuh karena memproklamasikan karya kasih Allah dalam hidup-Nya. Bagaimana didalam mengikut Allah kita harus bersedia meninggalkan perilaku yang tidak benar dan berusaha melakukan yang benar dan mempersaksikan kasih Allah bagi kehidupan. Dimana kita menjadi teladan dalam iman dan perbuatan. Dengan mengikut Tuhan seperti ini maka kita sesungguhnya melayani Tuhan Allah dan tidak mementingkan diri kita sendiri karena ketika kita melayani Allah maka kita membawa orang pada karya keselamatan dan kasih Allah. Hal ini menjadi bukti bahwa kita bukan hanya ditarik oleh anugerah Allah namun juga diubahkan dalam anugerah-Nya, dibaharui oleh Anugerah-nya dan dipelihara dari anugerah-nya. amin

Pdt. Ima F. Simamora