Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa setiap peristiwa kehidupan tidak luput dari perhatian dan penyertaan Allah. Bagi setiap orang yang memaknai dengan iman dan menjalani berbagai pergumulannya yang pelik dengan terus setia kepada Tuhan, maka mereka akan sampai pada suatu titik seperti ungkapan yang mengatakan: “tidak ada yang kebetulan di dunia ini!”

Bukan kebetulan pula Yesus menyingkir dari sungai Yordan ke Nazaret, Galiliea dan kemudian diam di pesisir danau Kapernaum, daerah Zebulon dan Naftali. Dalam catatan Injil Matius 4:12-23, daerah ini bukanlah wilayah asing bagi bangsa asing (ethnoi), melainkan bangsa (laos), yakni dimana umat Israel hidup berdampingan di antara bangsa-bangsa lain. Kehadiran Yesus di Kapernaum adalah untuk menghadirkan terang yang adalah Kabar Baik tentang datangnya Kerajaan Allah. Terang itu hadir dalam bentuk pemberitaan (kerugma), pengajaran (didakhe), dan penyembuhan (therapeia). Melalui semua karya pelayanan tersebut, Yesus menghadirkan terang itu dengan kongkret dan utuh, lalu puncaknya adalah melalui peristiwa salib.

Kehadiran Yesus ke dunia mengubah dunia menuju kerajaan Allah, menjadi dunia seperti yang dimaksudkan Allah. Orang yang telah menangkap Terang akan mengubah hidup mereka, berbalik dari dosanya dan melakukan kehendak Allah. Hal itu merupakan pesan penting dalam kisah pemanggilan para murid yang pertama (Matius 4:18-22). Melalui kisah pemanggilan tersebut, kita juga bisa memaknai bahwa Tuhan mau melibatkan orang-orang dalam karya pelayanan-Nya demi menggenapi rencana Allah di dunia ini.

Dengan demikian sudah semestinya kita juga berkeyakinan bahwa tidak ada yang kebetulan ketika kita berada di tempat saat ini. Segala ketidaknyamanan maupun segala kegembiraan dan kesenangan yang kita rasakan di dalamnya merupakan kesempatan bagi kita menyatakan kasih Tuhan dan berkarya bagi-Nya. Teruslah mendekat kepada Tuhan untuk menemukan apa yang menjadi kehendak dan rencana-Nya untuk kita kerjakan dalam hidup kita. Nikmatilah setiap tahapan atau proses yang sedang terjadi dengan iman dan kesetiaan, karena disitulah kita akan merasakan anugerah-Nya yang begitu luar biasa. Tuhan beserta kita senantiasa.

- Pdt. Adi Cahyono -