Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Dalam perjalanan kehidupan, cepat atau lambat manusia akan mengalami suatu keadaan atau berada di kondisi tersulit dan terberat. Situasi itu antara lain: kehilangan orang terdekat yang dikasihi (pasangan/anak/orangtua/saudara, dst); himpitan kesulitan ekonomi karena gagal dalam pekerjaan atau bisnis, divonis penyakit mematikan, dsb. Hal itu bisa saja disebabkan karena kesalahan diri sendiri dalam melangkah atau mengambil keputusan, tetapi bisa juga karena suatu situasi yang di luar kendali manusia seperti musibah atau bencana. Perasaan sedih yang teramat dalam, terluka atau pun tersakiti bisa menjadi rasa marah dan kebencian yang menyesakkan dada, merupakan rangkaian pengalaman yang bisa tidak terhindarkan. Situasi seperti itu bisa membawa kepada kebingungan, kebuntuan bahkan keputusasaan.

Read more ...

Sebutan “Raja Damai (Prince of Peace)” dalam bahasa Ibrani adalah “Shar Shalom”, yang berarti “seseorang yang menghapus segala unsur yang mengganggu kedamaian; dan seseorang yang mengukuhkan kedamaian”. Nubuatan datangnya raja damai disampaikan nabi Yesaya ketika bangsa Yehuda mengalami penderitaan sebagai bangsa buangan. Nubuatan itu berisi bahwa bahwa Allah akan memulihkan Israel, bahkan seluruh bumi melalui seorang raja. Raja itu keturunan Daud yang akan menegakkan keadilan dan kebenaran. Hal ini digambarkan sebagai pohon yang ditebang menjadi tunggul, yang akan bertunas, bertumbuh lebih besar daripada pohon asalnya, dan berbuah lebat. Dari sana akan lahir tunas, yaitu Yesus Kristus yang menjadi Raja dunia yang nantinya akan memimpin dengan keteraturan, keadilan, dan kedamaian (Yes 2:1-5; 9:1-6).

Read more ...

Di dunia tempat kita tinggal saat ini, hidup yang mulia atau kemuliaan hidup seringkali diukur berdasarkan materi maupun posisi (kedudukan/jabatan) yang seringkali berorientasi kepada gengsi (pengakuan diri). Tidak heran, jika demi meraih kemuliaan yang diukur secara materi atau gengsi itu, orang rela melakukan apa saja termasuk melakukan kejahatan (penipuan, pemerasan, korupsi) bahkan dengan kekerasan kepada sesamanya. Dengan kata lain supaya orang itu nampak lebih mulia dan lebih hebat dari yang lain justru ia mengorbankan sesamanya. Pada hari Minggu Pra Paskah V (kelima) ini kita diajak untuk memahami bahwa menempuh “Jalan Salib: jalan penderitaan dan kematian” merupakan jalan yang dipilih Yesus dengan mengorbankan diriNya demi menggenapi rencana keselamatan Allah bagi dunia.

Read more ...

Sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, hidup manusia memiliki kecenderungan/bawaan (nature) untuk selalu berbuat dosa. Hidup dalam belenggu dosa dan lebih mencintai kegelapan dari pada terang merupakan hukuman yang seseorang alami akibat dosa-dosanya. Lalu dari hukum Taurat (sepuluh hukum Allah) kita juga menjadi tahu beragamnya dosa yang bisa dan sering dilakukan bahkan diulangi dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya menipu, memfitnah, berbohong/saksi dusta, mengingini kepunyaan orang lain (iri-dengki), menduakan Allah, dst. Tidak ada seorang pun yang mampu berusaha sendiri untuk bebas dari dosa dan menerima pengampunan serta hak masuk surga, kecuali melalui pertolongan Tuhan Yesus. Karena kasihNya, Allah "mengaruniakan" Anak-Nya sebagai korban penghapus dosa di atas kayu salib.

Read more ...

Sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, hidup manusia memiliki kecenderungan/bawaan (nature) untuk selalu berbuat dosa. Hidup dalam belenggu dosa dan lebih mencintai kegelapan dari pada terang merupakan hukuman yang seseorang alami akibat dosa-dosanya. Lalu dari hukum Taurat (sepuluh hukum Allah) kita juga menjadi tahu beragamnya dosa yang bisa dan sering dilakukan bahkan diulangi dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya menipu, memfitnah, berbohong/saksi dusta, mengingini kepunyaan orang lain (iri-dengki), menduakan Allah, dst. Tidak ada seorang pun yang mampu berusaha sendiri untuk bebas dari dosa dan menerima pengampunan serta hak masuk surga, kecuali melalui pertolongan Tuhan Yesus. Karena kasihNya, Allah "mengaruniakan" Anak-Nya sebagai korban penghapus dosa di atas kayu salib.

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian