Bagaimana kalau diantara kita saat ini tiba-tiba dipanggil dari Istana Negara untuk menjadi salah satu Menteri/wakil Menteri atau staff kepresidenan? Secara umum tentunya sangat bersyukur dan bangga karena mendapat kepercayaan untuk membantu presiden dalam menjalakan pemerintahan. Meskipun tidak mudah alias susah, tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas tersebut sebagai bentuk kontribusi kita sebagai warga negara yang baik dan pengabdian kita bagi bangsa dan negara. Pertanyannya, bagaimana kalau kita dipanggil oleh Yesus Sang Kepala Gereja untuk menjadi pelayan-Nya?







