Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Keluarga adalah ciptaan Allah. Sejak awal Allah merancangkan dan membentuk keluarga agar menjadi berkat dan seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Nya (Kej 1:26-28). Namun rancangan baik ini hancur karena kegagalan Adam dan Hawa. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka sendi-sendi keluarga pun menjadi rusak. Keluarga kehilangan identitas karena dominasi dosa begitu kuat dalam memporak-porandakan nilai-nilai rohani dalam keluarga. Kecenderungan untuk mau menang sendiri, paling benar dan saling menyalahkan menjadi nature setiap pribadi sehingga membuat relasi keluarga sering tidak harmonis. Oleh karena itu kita rindu kembali pada rancangan Allah semula. Kita semua rindu agar keluarga kita mengalami pemulihan.

Read more ...

Gereja adalah keluarga Allah sebab orang-orang di dalamnya menjadi saudara bersaudara secara anugerah bukan secara hubungan darah dan daging. Paulus dalam Efesus 2:11- 22 menjelaskan bahwa Orang Yahudi dan orang non Yahudi pun kemudian mempunyai status yang sama di dalam Yesus, yaitu sebagai anggota keluarga Allah (ay.19). Darah Yesus yang dicurahkan di kayu salib telah menghancurkan tembok pemisah antara mereka dengan Allah, begitu pula antara mereka dengan bangsa pilihan Allah. Orang kemudian dapat datang langsung kepada Allah tanpa membutuhkan seorang perantara, seperti sebelumnya. Sekarang umat yang telah didamaikan Kristus disebut sebagai kawan sewarga dan anggota kerajaan Allah yang hidup di bawah pimpinan dan hukum-hukum Allah. Sebagai anggota keluarga Allah secara otomatis, relasi antar etnis pun diungkapkan dengan istilah ‘saudara’. Selanjutnya, umat yang didamaikan itu juga disebut sebagai tempat kediaman Allah (ay 21-22). Karena itu hubungan kekeluargaan di antara orang percaya harusnya mengisi berbagai kekurangan hubungan manusia. Inilah keluarga yang terus dirahmati Allah dalam anugerah Tuhan kita Yesus Kristus.

Read more ...

Yohanes atas nama para murid, melaporkan ada orang yang mengusir roh jahat dalam nama Yesus, dan mereka mencegahnya. Hal ini memperlihatkan bahwa Yohanes dan para murid-murid tidak senang jika ada orang lain diluar kelompok mereka yang melakukan apa yang dilakukan oleh mereka. Kata “ pengikut kita” (lih. Ayat 38) yang dipakai oleh Yohanes menunjukan adanya perbedaan antar kelompok, dimana ada kelompok pengikut Yesus dan diluar dari pengikut Yesus. Sepertinya ada anggapan diantara para murid bahwa yang hanya dapat melakukan mengusir roh jahat dalam nama Yesus adalah murid-murid Yesus saja, sedangkan di luar itu tidak boleh. Ada sikap eksklusif dalam pandangan Yohanes dan para murid.

Read more ...

Seorang antropolog disebuah desa di Afrika bertemu dengan sekumpulan anak-anak dan mengajak bermain mereka. Dia meletakan sekeranjang yang berisi penuh buah yang diletakan dibawah pohon. Dia berkata kepada anak-anak: “ siapa yang berhasil sampai duluan ke keranjang buah itu, dia yang mendapatkannya dan boleh makan buahnya sendiri.” Lalu anak-anak ini berlari Bersama-sama sambal bergandengan tangan.. setelah mereka sampai ke keranjang tersebut mereka mengelilingi keranjang itu dan membagikan buah-buah itu. Antropolog inipun bertanya: “ mengapa kalian berlari Bersama-sama? Bukankah kalian bisa berlari sendiri dan menikmati buah dalam keranjang itu sendiri?. Anak-anak itupun menjawab: “UBUNTU” yang artinya dalam Bahasa Xhosa:” saya ada karena kita ada.” Bagaimana kami bisa menikmatinya sendiri. Bila konsep Ubuntu ini hidup dan menyebarluas betapa kehidupan akan semakin indah.

Read more ...

Perubahan peraturan/kebijakan di masa pandemi bisa terjadi dalam hitungan hari. Hal itu dilakukan karena situasi dan keadaan bisa berubah setiap saat. Ketidak-siapan menerima hal itu menjadikan orang uring-uringan bahkan frustasi. Bersungut-sungut atau mengeraskan hati dengan tidak mentaati aturan menjadi bentuk ekspresinya. Sayangnya persekusi dan intimidasi menjadi salah satu solusi untuk menertibkan masyarakat. Lebih ironis lagi ada yang dilakukan untuk mencari keuntungan diri sendiri.

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian