Tindakan mukjizat Yesus memberi makan 5000 orang lebih dengan lima roti dan dua ikan menyatakan bahwa Ia berkuasa membuat mukjizat. Hal itu juga memberikan bukti bahwa Ia peka, peduli dan sanggup memberi daya hidup di tengah berbagai keterbatasan dan ketidakberdayaan manusia. Setelah itu dalam rangkaian peristiwa tersebut Yesus mengajarkan hal yang sangat mendasar dan penting bahwa Ia sendirilah Sang Roti Hidup. Ia adalah sumber berkat atau disebut juga roti hidup. Roti hidup merupakan kiasan atas tubuh-Nya yang Ia korbankan untuk memberi kehidupan kekal. Itulah harga yang harus Yesus bayar agar manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Yesus juga mengatakan bahwa Dialah "roti dari surga", orang yang percaya dan menerima Dia niscaya memperoleh hidup yang kekal. Hal ini memperlihatkan kepada kita besarnya kasih Allah bagi dunia (bdk. Yoh 3:16). Dengan menerima Yesus dan pengorbanan-Nya kelak mereka dapat diluputkan dari maut dan bukan sekadar dari kelaparan sesaat. Namun ada orang-orang Yahudi yang bersungut-sungut tidak dapat menerima pengajaran-Nya karena mereka mengenal latar belakang Yesus dan keluarganya (ay.42).







