Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Tindakan mukjizat Yesus memberi makan 5000 orang lebih dengan lima roti dan dua ikan menyatakan bahwa Ia berkuasa membuat mukjizat. Hal itu juga memberikan bukti bahwa Ia peka, peduli dan sanggup memberi daya hidup di tengah berbagai keterbatasan dan ketidakberdayaan manusia. Setelah itu dalam rangkaian peristiwa tersebut Yesus mengajarkan hal yang sangat mendasar dan penting bahwa Ia sendirilah Sang Roti Hidup. Ia adalah sumber berkat atau disebut juga roti hidup. Roti hidup merupakan kiasan atas tubuh-Nya yang Ia korbankan untuk memberi kehidupan kekal. Itulah harga yang harus Yesus bayar agar manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Yesus juga mengatakan bahwa Dialah "roti dari surga", orang yang percaya dan menerima Dia niscaya memperoleh hidup yang kekal. Hal ini memperlihatkan kepada kita besarnya kasih Allah bagi dunia (bdk. Yoh 3:16). Dengan menerima Yesus dan pengorbanan-Nya kelak mereka dapat diluputkan dari maut dan bukan sekadar dari kelaparan sesaat. Namun ada orang-orang Yahudi yang bersungut-sungut tidak dapat menerima pengajaran-Nya karena mereka mengenal latar belakang Yesus dan keluarganya (ay.42).

Read more ...

Dalam catatan Injil Yohanes 6: 1-15, Yesus memberi makan kepada lima ribu orang laki-laki dengan lima roti dan dua ikan milik seorang anak yang tidak diketahui identitasnya. Peristiwa itu mengundang semangat banyak orang mencari Tuhan Yesus. Sayangnya, motivasi mereka mencari Yesus bukan karena percaya atau karena ingin mengenal-Nya secara pribadi tetapi untuk sekadar memperoleh keuntungan. Mereka mengira bahwa harapan mereka akan kedatangan Mesias telah terwujud. Sebab itu mereka ingin menjadikan Yesus raja (ay. 15), dengan impian dapat menikmati roti gratis setiap hari. Artinya kebutuhan pangan terpenuhi tanpa perlu kerja keras. Itulah sebabnya mereka kemudian mencari-cari Yesus (ay.24). Namun orang banyak itu mencari Yesus hanya untuk kepentingan yang bersifat sementara, untuk urusan perut dan kenyamanan serta kemapanan di dunia.

Read more ...

Markus 6: 30-34,53-56
“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.”

Read more ...

Markus 6:14-29
Karena Yohanes pernah menegor Herodes:
“Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"

Kata-kata teguran Yohanes Pembabtis ini menjadi bumerang bagi Yohanes sendiri, dimana membuat Herodias menjadi gusar dan mendendam. Teguran yang akhirnya menghantar kepada kematiannya. Ketika ada kesempatan Herodias untuk meminta kepala Yohanes Pembabtis sebagai hadiah dari raja Herodes atas tarian Salome-anak Herodian yang sangat menyukakan hati Raja Herodes. Sebagai seorang raja yang sedang merayakan pesta besar permintaan Herodias ini tidak bisa ditampik sekalipun hati Raja Herodes sangat gundah. Apa boleh dikata jika perkataan sudah keluar tidak mungkin diulang kembali bukan?. Kematian Yohanes Pembabtis menjadi kematian yang ironis. Disisi lain kematian Yohanes Pembabtis adalah konsekuensi dari perkataan yang benar dan sesuai Firman Allah.

Read more ...

Seorang anak yang hobbinya melukis suatu saat terpikir sebuah ide untuk mengetahui respon dari teman-teman disekolah. Lalu ia menempelkan lukisannya di mading sekolah dengan catatan silakan memeberikan menilaian dari apa yang anda lihat. Ternyata penilaian teman-teman disekolahnya menilai lukisannya jelek. Iapun memperbaiki lukisan tersebut dan menuliskan hal yang sama dan penilaian tetap jelek. Sampai akhirnya dia merasa penolakan terhadap karya lukisan dan menyendiri. Sampai akhirnya guru lukisnya memberi saran untuk memberikan catatan: Jika anda merasa lukisan ini menarik berikan respon dan masukannya ya!. Hasilnya teman-temannya memberikan respon yang menarik.

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian