Dalam catatan Injil Yohanes 6: 1-15, Yesus memberi makan kepada lima ribu orang laki-laki dengan lima roti dan dua ikan milik seorang anak yang tidak diketahui identitasnya. Peristiwa itu mengundang semangat banyak orang mencari Tuhan Yesus. Sayangnya, motivasi mereka mencari Yesus bukan karena percaya atau karena ingin mengenal-Nya secara pribadi tetapi untuk sekadar memperoleh keuntungan. Mereka mengira bahwa harapan mereka akan kedatangan Mesias telah terwujud. Sebab itu mereka ingin menjadikan Yesus raja (ay. 15), dengan impian dapat menikmati roti gratis setiap hari. Artinya kebutuhan pangan terpenuhi tanpa perlu kerja keras. Itulah sebabnya mereka kemudian mencari-cari Yesus (ay.24). Namun orang banyak itu mencari Yesus hanya untuk kepentingan yang bersifat sementara, untuk urusan perut dan kenyamanan serta kemapanan di dunia.
Ketika akhirnya orang banyak menemukan Yesus, tanpa basa-basi Yesus langsung membongkar motivasi mereka yang terdalam (ay. 25-26). Ia menegaskan bahwa seharusnya mereka melihat mukjizat sebagai tanda yang menyingkapkan identitas-Nya. Tanda yang seharusnya membawa orang pada pemahaman tentang keilahian Yesus Kristus. Pemberian makan secara ajaib itu sebenarnya untuk menyingkapkan bahwa Yesus adalah Allah yang sejati, sumber kehidupan, dan pemelihara umat-Nya. Yesus adalah Mesias sejati yang disahkan oleh Bapa (ay. 27). Hanya Yesus, Ia adalah sumber berkat atau disebut juga roti hidup. Ialah Sang Anak Manusia, yang dapat mengaruniakan berkat yang bersifat kekal itu. Orang banyak yang mencari Dia seharusnya berfokus pada berkat yang bersifat kekal, bukan yang sementara atau fana di dunia saja.
Penyebaran virus Corona (Covid-19) yang mewabah ke seluruh dunia ini sudah berlangsung lebih dari satu setengah tahun. Pertanyaanya sampai kapan situasi ini akan berlangsung? Apakah kita benar-benar bisa dan mampu menghadapi serangan mematikan dari Covid-19 ini? Situasi dan kesulitan yang berkepanjangan ini seolah membuat kita tidak diberkati Tuhan dan bisa membuat kita menjadi putus asa dan kehilangan arah hidup kalau kita berjalan tanpa Tuhan.
Kita harus selalu ingat bahwa kehadiran Yesus sang Roti hidup ke tengah dunia merupakan bukti bahwa rencana Allah bagi dan di dunia tidak pernah bisa digagalkan oleh siapapun dan situasi apapun. Mari kita memiliki keteguhan hati di tengah bencana wabah Corona ini, Tuhan tetap hadir, hidup dan terus berkarya dengan berbagai cara dan dalam segala suasana. Mari kita taati aturan-aturan dan panduan yang sudah dikeluarkan oleh pihak-pihak yang berkompeten dan berwenang sambil terus mengingat bahwa Tuhan terus bekerja dalam segala cara. Kita harus menyatukan hati untuk bersama-sama melawan Corona. Tuhan beserta kita senantiasa dan masih terus berkarya di tengah dunia.
(Pdt. Adi Cahyono)







