Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Pada seri sebelumnya kita telah belajar tentang bagaimana ciri-ciri dari apa yang dinamakan dengan luka batin, bahwa luka batin dapat memiliki dua output yang berbeda dapat ofensif ataupun defensif. Selain belajar dari output yang dihasilkan, kita juga belajar tentang bagaimana cara menumbuhkan inner healing dalam diri kita. Memang bukan proses yang mudah untuk dapat menumbuhkan inner healing, namun itu juga bukan merupakan suatu keniscayaan. Ketika kita sudah dapat memperoleh inner healing dalam diri kita dan berdamai dengan diri kita sendiri, lalu bagaimana sikap kita terhadap orang lain yang sering kali masih menjadi bagian dari luka kita?

Read more ...

Dalam suatu fase hidupnya, seseorang pasti pernah mengalami pergumulan berat dan dapat merasakan kepahitan hidup. Ada banyak masalah yang bisa membuat orang mengalami kepahitan hidup (baca: luka batin). Apabila tidak disikapi dengan tepat nantinya dapat membahayakan hidupnya. Istilah luka batin mengacu pada keadaan jiwa seseorang yang tidak sehat, sehubungan dengan goresan atau penderitaan yang terjadi dalam hidupnya. Keadaan tersebut bisa disebabkan oleh peristiwa tertentu yang menyedihkan atau menyakitkan hatinya.

Read more ...

“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.”

Suasana semakin menegangkan seteah peristiwa kepergian Yesus dalam proses salib yang sangat mengejutkan dan meninggalkan kesan yang menyakitkan bagi para murid-murid. Dan sebentar lagi akan tiba waktu perpisahan setelah Yesus menghampiri para murid setelah kebangkitan-Nya. Perjumpaan yang membangkitkan semangat dan harapan para murid. Namun perjumpaan yang sesaat itu akan lenyap. Tuhan Yesus harus mempersiapkan para murid-Nya untuk perpisahan denganNya. Ada kemelut didalam yang terbentak didepan kehidupan mereka. Apakah murid-murid akan bertahan dan bersatu dalam memberitakan Injil? Ataukah akan menyerah dengan tantangan kehidupan. Aghhhh kegelisahan itu semakin menjadi. Seperti yang dialami para murid-murid bagaimana pengalaman masa-masa indah ketika bersama Tuhan Yesus sebelum peristiwa salib begitu membahagiakan namun terhempas dalam peristiwa salib dengan suasana dan keberkesanan yang mengerikan. Peristiwa yang menghempas para murid pada kegerian yang memporakporandakan kehidupan para murid. Namun sekarang Yesus bersama mereka dan akan meninggalkan mereka lagi.

Read more ...

Henry Francis Lyte (1793-1847) adalah seorang pendeta dari sebuah gereja yang miskin di perkampungan nelayan di Devonshire, Inggris. Kondisi di sana saat itu sangat tidak mendukung misi pelayanannya, namun ia tidak berkecil hati dan tetap teguh melanjutkan tugas-tugasnya. Ketika ia menulis syair lagu ini, ia tahu bahwa hidupnya tidak lama lagi. Penyakit tuberkulosis dan asma yang ia derita telah membuatnya merasa kesepian. Henry Lyte terpinspirasi dari bacaan Alkitab dalam kitab Lukas 24 ayat 29 yang berbunyi: Tetapi mereka sangat mendesakNya, katanya: “TInggalah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam”. Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka; bahwa mereka bertemu Yesus pada hari kebangkitanNya dan mereka mengundang Yesus untuk tinggal karena hari telah senja.

Read more ...

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian