Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan ; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"
Menurut kisah Odyssey yang ditulis oleh Homer, ketika Raja Odysseus berangkat untuk bertempur di perang Troya, ia menitipkan Telemachus, putranya dalam asuhan seorang tua bijak bernama Mentor. Mentor diberi tanggung jawab untuk mengajarkan kebijaksanaan kepada anak muda itu.
Lebih dari 2.000 tahun sesudah Homer, seorang ahli teologi berkebangsaan Perancis yang bernama François Fénelon menyadur kisah tentang Telemachus itu ke dalam sebuah novel yang berjudul Télémaque. Dalam novel itu, sang pengarang menonjolkan tokoh Mentor. Lambat laun istilah mentor diartikan sebagai "guru yang bijaksana dan bertanggung jawab"; orang berpengalaman yang tugasnya memberi nasihat, membimbing, mengajar, memberi inspirasi, menegur, mengoreksi, dan menjadi teladan. (sabda.org)
Yesaya dipilih Tuhan Allah untuk menjadi nabi dan mentor bagi raja Ahas dan raja Hizkia serta bangsa Yehuda saat itu dimana kondisi bangsa Israel di Yehuda (selatan) menghadapi bangsa Asyur yang sedang memperluasan wilayah. Hal ini sangat mengancam kondisi Yehuda yang jauh dibawah bangsa Asyur. Pada sisi lainnya bangsa Yehuda mengalami kemerosotan kualitas iman. Oleh karena itu nabi Yesaya memperingati raja Yehuda, Ahas, untuk tidak mengharapkan bantuan dari Asyur melawan Israel dan Aram; ia mengingatkan Raja Hizkia, setelah kejatuhan Israel tahun 722 SM, agar jangan mengadakan persekutuan dengan bangsa asing menentang Asyur. Ia menasihati kedua raja itu untuk percaya Tuhan saja sebagai perlindungan mereka (Yes 7:3-7; Yes 30:1-17). Ancaman dan ketakutan bangsa Yehuda bisa saja menghalau mereka dari Tuhan Allah. Yesaya mengingatkan kembali bahwa Tuhan Allah adalah yang menjadi sumber keselamatan yang akan menyelamatkan, memberkati dan melindungi bahkan Tuhan Allah yang menyediakan apa yang terbaik bagi umat-Nya. Oleh karena itu jangan berpaling dari Tuhan Allah namun terus nantikan Tuhan Allah yang menyelamatkan dengan cara yang dasyat. Tuhan Allah yang mengubahkan ketakutan dan ancaman dari bangsa Asyur menjadi sukacita dan sorak sorai. Namun semua ini harus diimbangi dengan respon seluruh umat dimana harus meletakan iman kepada Tuhan Allah bukan ke allah lain.
Dalam kehidupan bangsa Yehuda, raja Ahas dan raja Hizkia ada Yesaya yang memberikan tegoran, mengingatkan bahkan teladan dalam iman keseharian. Teladan bagaimana terus beriman dan menjaga iman kepada Tuhan Allah serta tidak merasa rugi ketika kita setia kepada Tuhan Allah sekalipun ada resiko yang besar. Yesaya menjadi mentor bagi raja Ahaz dan Hizkia yang masih relatif jauh lebih muda dari dirinya. Yesaya seorang nabi yang tidak hanya menjadi pengajar, komentator tetapi menjadi teladan iman.
Namun, bagaimana dengan kehidupan masa kini? Siapa yang akan mengasihi dan bekerja bersama orang-orang kristiani baru, serta menolong mereka bertumbuh kuat secara rohani? Siapa yang akan mendorong, membimbing, dan menjadi teladan kebenaran bagi mereka? Siapa yang akan bertanggung jawab atas para jemaat muda ini, dan bekerja sama dengan Allah untuk membantu membentuk karakter mereka? Bersediakah Anda menjadi alat Allah untuk menanamkan kebijaksanaan dan menolong orang lain tumbuh dewasa?
ALLAH MENGAJAR KITA SUPAYA KITA DAPAT MENGAJAR ORANG LAIN
- Pdt. Ima.F. Simamora -







