Minggu ini kita memasuki Pekan/minggu Suci untuk mengenang rangkaian peristiwa penting dalam karya penyelamatan Kristus di dunia ini. Diawali dengan minggu Palmarum (biasa disebut: Minggu Palma), lalu Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi merupakan momen yang sangat penting untuk membantu umat menghayati penderitaan Kristus sebagai korban penebusan dosa.
Melalui pengorbanan Yesus di kayu salib kita diselamatkan dari kuasa maut dan memiliki jaminan kehidupan kekal (Yoh 3:16). Diselamatkan berarti diberikan hidup baru (Roma 6:4), yaitu hidup yang datang dari Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kita. Di balik rusak/hancurnya tubuh Yesus saat disalib, justru terjadi kehancuran kuasa kejahatan selama-lamanya. Peristiwa ini kita kenang lewat Perjamuan Kudus yang akan dirayakan dalam ibadah Jumat Agung tanggal 15 April nanti. Jadi kita mesti selalu ingat bahwa manusia bisa lepas dari jerat dosa dan luput dari murka Allah, bukan karena usaha tetapi kasih karunia Allah.
Ingatlah selalu bahwa Yesus sudah mati untuk pengampunan dosa kita. Namun pada hari ketiga, Ia bangkit dan sudah mengalahkan kuasa dosa (Roma 6:10). Sebab itu Ia bangkit dan menang bukan saja untuk-Nya, tetapi juga untuk kita. Oleh karena itu manusia lama kita, yaitu tubuh dosa kita telah ikut pula disalibkan sehingga dosa tidak berkuasa lagi atas kita (Roma 6:6). Kita harus memandang diri kita telah mati bagi dosa (Rom 6:11a). Artinya kita harus mematikan keinginan berdosa kita. Jangan biarkan anggota tubuh kita dipakai untuk berbuat dosa lagi (Roma 6:13a).
Perlu ada langkah-langkah nyata untuk tidak menyerah pada godaan dosa. Misalnya, godaan bersungut-sungut. Jangan biasakan memakai mulut kita untuk mencela dan menghina sesama. Caranya, tetaplah mengucap syukur dalam segala hal serta menahan diri untuk tidak menghakimi orang lain apalagi terkait pekerjaan Tuhan. Berusaha untuk menghargai orang lain, apapun situasi, kondisi dan keadaannya. Selain itu, nasihatilah seorang akan yang lain dengan kasih dan dengan tujuan untuk membangun (konstruktif).
Mari kita ikuti rangkaian kebaktian dalam Minggu Suci-Paskah di GKI Delima tahun ini dengan sepenuh hati agar hidup kita diubahkan oleh kuasa kebangkitan-Nya. Imanuel.
Pdt. Adi Cahyono







