Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Kata "imam" menyandang beberapa makna utama. Secara umum tugas sebagai imam adalah sebagai pengantara untuk beribadah kepada Allah atau orang yang menengahi dalam pelayanan keagamaan. Ini juga berarti orang yang suci atau dipisahkan untuk melakukan pelayananan tersebut. Dalam budaya ketimuran, seorang kepala keluarga atau suami sebagai pemimpin seringkali memiliki peran sebagai imam, yakni perantara dalam berelasi dengan Tuhan Allah. Dengan demikian sebagai imam kepala keluarga harus memiliki karakter yang baik agar berkenan di hadapan Tuhan dan ditiru oleh keluarganya.

Kata imam dalam Alkitab pertama kali dapat kita temukan di dalam kitab Kejadian pasal 14. Abraham, sahabat Allah, masuk ke dalam pertempuran untuk menyelamatkan keponakannya Lot, yang telah ditangkap oleh tentara Elam. Setelah kembali, Abraham bertemu dengan Melkisedek, raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Orang ini, yang namanya berarti "raja kebenaran," memberkati Abraham dan Allah yang Maha Tinggi yang telah memberikan kemenangan kepada Abraham. Sebagai imbalan atas berkat ini, Abraham memberikan persepuluhan (10 persen) dari semua rampasan perang kepada Melkisedek. Dengan melakukan tindakan ini, Abraham mengakui posisi tinggi Melkisedek sebagai imam Allah.

Penulis surat Ibrani dalam perikop hari ini menggunakan kisah dan ketentuan tersebut untuk menjelaskan mengenai keimaman Kristus sebagai Imam Besar. Peraturan khusus keimaman Kristus, bukan berdasarkan peraturan Harun, melainkan peraturan Melkisedek (ay. 6-7, 10). Ia memperkenalkan Kristus Imam Besar Agung yang melebihi para imam besar yang pernah memimpin kehidupan rohani umat Israel. Dia adalah Pribadi dengan kodrat Ilahi. Tidak ada Imam lainnya yang sama seperti Dia yang mempunyai kekuasaan di sorga dan di bumi (ay.8). Yesus disebut "Imam Besar Agung" karena Ia telah melaksanakan tugas keimaman-Nya dengan jalan mengorbankan diriNya, sekali untuk selamanya di atas kayu Salib untuk menjadi Perantara dan Juru selamat manusia. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia telah membuka jalan baru bagi tiap orang yang percaya datang kepada Allah (ay.9).

Kita patut bersyukur memiliki Imam Besar yang mengorbankan diri demi umat manusia dan sudah semestinya berusaha untuk tetap percaya dan setia kepada-Nya. Sebagai keluarga Allah kita harus terus menerus menjaga dan memelihara persekutuan dengan Tuhan di setiap saat, supaya kita diberi hikmat untuk memahami karya Yesus sebagai Imam besar setiap keluarga Allah. Terutama agar kita tetap konsisten mengatakan Yesus adalah Pengantara, Juruselamat kita. Sebab di dalam Dia kita telah beroleh keselamatan. Ia juga yang menganugerahkan hikmat dan kemampuan agar kami tidak tawar hati dan tetap teguh memelihara iman di sepanjang kehidupan. Terutama Ketika diperhadapkan pada berbagai situasi sulit dan badai kehidupan. Kristus beserta kita senantiasa.

 

Pdt. Adi Cahyono

 

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian