Menarik melihat perjalanan Yesus bersama dengan murid-murid-Nya. Dalam perjalanan pelayanan Yesus, murid-murid menjadi orang-orang terdekat yang berjalan bersama Yesus. Bersamasama mereka menempuh perjalanan dari kota ke kota. Terkadang murid-murid bertanya, terkadang terjadi perdebatan di antara mereka. Perdebatan soal konsep, perdebatan soal pelayanan dan berbagai macam perdebatan. Dalam perjalanan pelayanan bersama bahkan pernah juga Yesus frustasi, kecewa terhadap murid-murid-Nya yang ternyata tidak cukup mengerti diri-Nya. Peristiwa di Getsemani, meminta murid-Nya untuk berjaga namun mereka malah tertidur. Yesus kecewa karena orang terdekat-Nya bahkan tidak memahami perasaan-Nya.
Murid-murid Yesus tidak lagi cuma teman sepelayanan bagi Yesus. Mereka seperti keluarga bagi Yesus. Dalam perdebatan, Yesus tetap memberikan pengertian bahkan kalau pun mereka tidak paham, Yesus tidak memaksa mereka untuk paham. Yesus memberi waktu. Dalam kekecewaan yang dialami karena pengkhianatan dan penyangkalan, Yesus tidak lantas menutup diri dan benci kepada murid-murid-Nya. Yesus memberi kesempatan. Dalam kesempatan para murid pun mengalami perubahan. Petrus si penakut berubah menjadi pemberani. Kesempatan dapat mengubahkan.
Hari ini kita menyaksikan saudara-saudara kita memberi diri untuk dilantik menjadi badan pelayanan. Kita semua di sini adalah keluarga. GKI Delima bukan hanya tempat atau lokasi beribadah atau berkegiatan. GKI Delima harusnya menjadi sebuah keluarga, sebuah komunitas. GKI Delima menjadi tempat kita bertumbuh dan menjadi berkat. Kita boleh berdebat, kita boleh berbeda pendapat, kita bahkan noleh berbeda sikap. Kita boleh merasa kecewa, merasa marah. Namun yang penting pada akhirnya mari kita hayati bersamasama, kita semua adalah keluarga. Di sinilah Tuhan menempatkan kita, saling menguatkan, saling belajar, saling bertumbuh dalam iman. Kiranya, GKI Delima benar-benar menjadi keluarga bagi kita, tempat di mana kita bisa bertumbuh dan saling berdampak dan memjadi berkat. Kiranya GKI Delima menajdi tempat dimana kasih Tuhan tidak slogan namun kasih Tuhan menjadi sesuatu yang dihidupi dalam keseharian. Tuhan menolong kita.
(Pdt. Cordelia Gunawan)








