Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Dua musafir yang kelelahan singgah disebuah warung makan. Pemilik warung makan tersebut memberikan mereka makanan. Sebelum keduanya melanjutkan perjalanan, pemilik warung makan juga memberikan mereka bekal untuk perjalanan, seorang dari musafir itu menangis. “ Mengapa kau menangis?” Tanya temannya. “ Aku terharu. Kebaikan pemilik warung makan tadi adalah anugerah bagiku”, jawab musafir kedua. “ Anugerah? Bukankah kita sering mendapatkan pertolongan serupa dari orang lain?” kata temannya. “ Lain Sobat. Yang ini adalah anugerah karena dulu aku pernah memukuli pemilik warung tersebut, tapi sekarang ia memberiku makanan dan perbekalan.” Musafir kedua menjelaskan. Kedua sahabat ini memiliki dua pemahaman yang berbeda dari pengalaman mereka dengan pemilik warung: yang pertama memandang sebagai kebaikan yang kedua memandang sebagai anugerah. Anugerah karena merasa bahwa kebaikan yang didapati tidak layak untuk diberikan karena pernah melakukan kesalahan atau tindakan yang jahat sebelumnya. Begitu juga dengan relasi kita dengan Tuhan Allah, bagaimana Tuhan berkarya bagi kita. Karya Tuhan dengan mencurahkan yang terbaik bagi kita yang sesungguhnya tidak layak mendapatkannya. Kita yang telah berdosa dan seringkali mengulangi lagi namun Tuhan Allah terus mencurahkan berkat-Nya sebagai bukti cinta-Nya bagi kita.

Perasaan sebagai anugerah menjadi bagian yang penting dalam merasakan ketakjuban atas kuasa Allah. Supaya kita tidak terjebak dengan pemahaman bahwa takjub pada kuasa Allah pada hal-hal kejadian yang hebat-hebat dan luar biasa. Tapi ketakjuban akan kuasa Allah juga sangat mungkin kita rasakan dari hal sederhana dan dalam keseharian kita. Seperti: napas hidup, masih bertemu orang-orang terkasih, masih bisa berdoa, masih bisa masak buat keluarga, masih bisa bekerja, masih bisa bicara dsb. Coba bila kita membandingkan dengan apa yang kita lakukan bagi Tuhan Allah. Sangat tidak sebanding bukan, tapi Tuhan Allah terus konsisten menghadirkan banyak kebaikan bagi hidup kita. Semua ini mengharukan kehidupan kita, anugerah yang Tuhan Allah hadirkan dalam hidup kita adalah jalan penuh Cinta Kasih agar setiap kita bisa menghadirkan kasih, kebaikan serta anugerah dalam hidup kita bagi sesama dalam keseharian kita agar terus hidup. Oleh karena itu saudarasaudari mari janganlah berhenti berbuat baik, jika kita lelah berbuat baik, istirahatlah sesaat sembari semakin mengingat bahwa Tuhan Allah tidak pernah berhenti memberi yang terbaik dalam hidup kita. Salam sehat dan semangat.

Pdt. Ima F. Simamora 

Keluargaku Lingkunganku

 

Sub Tema Tahun Pelayanan 2025 - 2026

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian