Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang kehilangan ketegaran ketika mengalami beratnya ujian hidup. Perasaan dikhianati, ditipu, dibohongi, diabaikan, tidak dicintai, tidak dihargai menjadi penyebab orang kehilangan semangat dan enggan untuk bertahan dan melangkah. Berita-berita di media sosial mengabarkan tidak sedikit orang yang putus asa dan kehilangan gairah hidup, pada akhirnya memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya ketika bertemu dengan kesusahan dan persoalan yang berat. Umat Tuhan tentu punya pilihan yang berbeda ketika berhadapan dengan hidup yang tidak mudah, penuh persoalan yang tidak mengenakkan, dan kala berjumpa dengan pergumulan yang berat.
Dalam rangkaian bacaan leksionari minggu sebelumnya, umat diajak untuk mengalami kehadiran dan penyertaan Tuhan yang memberikan rasa aman dan perlindungan di tengah pergumulan hidup. Dalam rangkaian masa minggu biasa (ordinary times) kali ini umat diajak untuk menghayati kisah Yakub, seruan Pemazmur, dan nasehat Paulus kepada jemaat di Roma. Melalui kisah Yakub (Kejadian 29: 15- 28), yang berada di rumah pamannya, Laban, umat akan diajak untuk melihat penyertaan dan cinta Tuhan dalam kehidupan Yakub. Pemazmur, dalam Mazmur 105: 1-11, 45b, mengajak umat untuk menghayati perbuatan-perbuatan Allah dalam kehidupan. Demikian Juga dengan surat Paulus kepada jemaat di Roma (Roma 8: 26-39), yang kembali menguatkan pengharapan umat kepada pimpinan Allah. Melalui bacaan leksionari tersebut, umat Tuhan diajak untuk merasakan cinta, mengingat janji Tuhan, mengenang perbuatan Tuhan di masa lalu dan mengalami sendiri karya Tuhan yang turut bekerja di masa kini sehingga umat bisa tegar kala menghadapi ujian hidup yang tidak mengenakkan.
Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 42







